FXOpen Broker

10+ years’
experience in FX

VISIT WEBSITE

Trading Accounts

ECN, STP,
Micro, Crypto

START TRADING

Free Demo

Practice Forex trading
risk free

OPEN DEMO ACCOUNT

PAMM Technology

Become a Master
or a Follower

JOIN PAMM SERVICE
Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 16 to 30 of 38

Thread: Info Seputar Virus Corona - Covid-19

  1. #16
    Intraday Master sutan's Avatar
    Join Date
    Aug 2019
    Location
    surabaya
    Posts
    438
    Thanks
    416
    Thanked 158 Times in 131 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by penaltev View Post
    Kabar Nusantara ya bisa kita simak sendiri sis, karena memang ini super virus. Untuk pergerakan manusia tentu saja tetap ramai, karena memang butuh duit mencukupi kebutuhan. Apalagi semua pada naik, pajak ini itu, makin runyam suasana. kwkw.
    iya.. welcome to indonesia gitu yah om hahhahaha disaat seluruh penjuru dunia mengalami kepanikan massal sampe ke negara-negara besarpun sudah ampun-ampunan deh mengatasi virus ini, indonesia tetep santuy orang-orangnya

  2. #17
    Intraday Master sutan's Avatar
    Join Date
    Aug 2019
    Location
    surabaya
    Posts
    438
    Thanks
    416
    Thanked 158 Times in 131 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by penaltev View Post
    Pakar Epidemiologi Ingatkan Siaga Penuh, Perubahan Zona Risiko Covid-19 Dinamis


    JAKARTA, iNews.id - Dinamika perubahan pemetaan zona risiko daerah tepapar virus corona (Covid-19) dinilai dinamis. Ada masanya setiap kabupaten/kota masuk dalam zona rendah, berpindah ke zona tinggi, tetapi tidak sedikit yang berpindah dari zona resiko rendah menjadi zona hijau.

    Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, kondisi tersebut harus disikapi dengan siaga penuh. Perilaku yang dilakukan hari ini, kata dia sangat menentukan yang terjadi berikutnya.
    BACA JUGA:
    Anies Sebut KRL Masih Rawan Penularan Covid-19, Ini Jawaban PT KCI

    "Perubahan (zona rendah ke zona tinggi atau sebaliknya) yang kita lihat dari kabupaten kota secara cepat berganti dan sangat dinamis. Artinya apa? Kita semua tetap harus bersiap siaga dan meyakini perilaku kita pada hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi di kemudian hari," ujar Dewi di Media Center Gugus Tugas Nasional, Rabu (1/7/2020).

    Dia mencatat, ada 19 kabupaten/kota yang berubah dari zona risiko tinggi ke zona risiko sedang terhitung 28 Juni 2020. Kabupaten/kota tersebut meliputi, Sumatera Utara, yaitu Kota Binjai, Jawa Tengah ada di Semarang dan Kota Magelang. Kemudian, Jawa Timur ada Kediri, Tuban, Lamongan, Pamekasan, Kota Pasuruan dan Kota Batu.
    BACA JUGA:
    Masih Zona Kuning Covid-19, Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB 14 Hari

    Selanjutnya di Kalimantan Selatan terdapat Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Lamandau. Sulawesi Tenggara, yaitu Buton. Sulawesi Utara, yaitu Kota Tomohon, Provinsi Gorontalo, Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Maluku, Maluku Tengah dan Papua, yaitu Kota Jayapura.

    Selain itu, kata dia sebanyak 31 kabupaten/kota yang bergerak dari risiko sedang menuju risiko rendah meliputi, Aceh Utara, Sumatera Barat, yaitu Tanahdatar dan Padangpariaman.

    Sumatera Utara, yaitu Serdang Bedagai dan Kota Padang Sidempuan. Sumatera Selatan, yakni Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau. Bangka Belitung serta Belitung.

    Kemudian, Jawa Barat, yakni Bandung. Jawa Tengah, yaitu Blora dan Kota Pekalongan. Jawa Timur ada Probolinggo. Kalimantan Barat ada Sintang. Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan. Kalimantan Timur ada Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

    Selanjutnya Sulawesi Tengah ada Sigi. Sulawesi Tenggara ada Wakatobi. Sulawesi Utara, yaitu Bolaang Mongondow Selatan. Sulawesi Selatan, yakni Kepulauan Selayar, Bantaeng, Bone, Wajo, Sidenreng Rappang dan Sigi. Maluku Utara ada Kepulauan Sula, Nusa Tenggara Barat, yaituLombok Timur. Papua ada Jayawijaya.

    Sementara, 7 kabupaten kota dari risiko rendah masuk ke dalam zona hijau, wilayah tersebut tidak ada kasus baru selama 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan mencapai 100 persen.

    Sebanyak 7 wilayah tersebut meliputi, Sumatera Barat, yakni Kota Sawahlunto. Riau ada Kepulauan Meranti. Bengkulu, yaitu Bengkulu Selatan dan Kaur. Lampung ada Way Kanan dan Kota Metro. Kalimantan Tengah, yaitu Sukamara.

    Dia mengapresiasi terhadap wilayah yang berhasil masuk dalam katogori zona hijau. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk membuat daerahnya berubah ke zona yang lebih baik.

    "Ini juga perlu kita apresiasi karena cukup banyak daerah kabupaten kota yang bergerak menuju zona risiko yang jauh lebih baik lagi,” ucapnya.

    Pakar epidemiologi ini mengingatkan, kunci keberhasilan penanganan Covid-19 dapat dicapai dengan kedisiplinan dan gotong royong serta hidup sehat.

    "Saya ingin menyampaikan keberhasilan kita hanya bisa didapatkan melalui penuh perjuangan, kedisiplinan dalam melakukan perubahan dan gotong royong sebagai nilai yang diimplementasikan. Mari, kita hidup lebih sehat, hidup lebih taat, menuju Indonesia yang makmur dan bermartabat," katanya.

    Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/p...vid-19-dinamis
    pergerseran ini menurutku juga karena dampak mudikisasi. orang-orang yang berada di area pandemik atau zona merah pada mudik diarenakan urusan ekonomi terlebih sejak terjadinya wabah ini kan banyak tempat usaha atau perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya dan ibarat kata kegiatan ekonomi nyaris mandek. banyak orang orang yang kehilangan pekerjaan memilih pulang kampung. terlebih saat jelang hari raya idul fitri juga banyak pelanggaran yang terjadi, karena sangking pengennya berlebaran bersama keluarga. semoga kondisi seperti ini bisa bantu orang menjadi berpikir.

  3. #18
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by sutan View Post
    pergerseran ini menurutku juga karena dampak mudikisasi. orang-orang yang berada di area pandemik atau zona merah pada mudik diarenakan urusan ekonomi terlebih sejak terjadinya wabah ini kan banyak tempat usaha atau perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya dan ibarat kata kegiatan ekonomi nyaris mandek. banyak orang orang yang kehilangan pekerjaan memilih pulang kampung. terlebih saat jelang hari raya idul fitri juga banyak pelanggaran yang terjadi, karena sangking pengennya berlebaran bersama keluarga. semoga kondisi seperti ini bisa bantu orang menjadi berpikir.
    Dalam hal ini memang semestinya dari zona merah tidak ada yang keluar, dan kemudian dari luar tidak ada yang masuk ke zona merah. Tapi perut memang tidak bisa ditipu, kalau lapar ya cari makan meskipun di zona merah atau hitam. Dannnn kita simak terus perkembangan yang semakin bertambah.

  4. #19
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Quote Originally Posted by sutan View Post
    pergerseran ini menurutku juga karena dampak mudikisasi. orang-orang yang berada di area pandemik atau zona merah pada mudik diarenakan urusan ekonomi terlebih sejak terjadinya wabah ini kan banyak tempat usaha atau perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya dan ibarat kata kegiatan ekonomi nyaris mandek. banyak orang orang yang kehilangan pekerjaan memilih pulang kampung. terlebih saat jelang hari raya idul fitri juga banyak pelanggaran yang terjadi, karena sangking pengennya berlebaran bersama keluarga. semoga kondisi seperti ini bisa bantu orang menjadi berpikir.
    Dalam hal ini memang semestinya dari zona merah tidak ada yang keluar, dan kemudian dari luar tidak ada yang masuk ke zona merah. Tapi perut memang tidak bisa ditipu, kalau lapar ya cari makan meskipun di zona merah atau hitam. Dannnn kita simak terus perkembangan yang semakin bertambah.

  5. #20
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Ratusan Ahli Sepakat Covid-19 Menular lewat Udara, Desak WHO Revisi Rekomendasi



    239 ahli dari 32 negara mendesak WHO untuk mengubah rekomendasi terkait penularan virus corona melalui udara (Foto: AFP)



    NEW YORK, iNews.id - Lebih dari 230 ilmuwan dari 32 negara mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merevisi rekomendasi soal penularan virus corona yang selama ini lebih menitikberatkan pada droplet atau percikan dari saluran pernapasan seseorang, seperti bersin dan batuk, yang menempel pada permukaan.

    Hasil temuan para ahli menyebutkan, virus yang melayang di udara, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, sangat rentan menginfeksi manusia.

    Untuk itu penggunaan masker di tempat tertutup tak kalah pentingnya serta harus memenuhi standar kesehatan, seperti N95.

    Kondisi ini bisa dialami para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit atau fasilitas medis.

    Sistem ventilasi di gedung sekolah, tempat tinggal, dan perkantoran perlu diperhatikan untuk meminimalisasi sirkulasi udara.

    Selain itu penggnaan lampu ultraviolet diperlukan untuk membunuh partikel virus yang mengambang di dalam percikan.


    WHO selama ini berpendapat virus corona disebarkan terutama oleh percikan pernapasan yang menempel pada benda tertentu. Bahkan dalam dokumen pembaruan yang dirilis pada 29 Juni, WHO menyatakan penularan virus melalui udara hanya mungkin terjadi setelah prosedur medis yang menghasilkan aerosol atau percikan lebih kecil dari 5 mikron.

    Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO untuk pengendalian infeksi, mengatakan, bukti virus menyebar melalui udara tidak meyakinkan.


    "Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami menyatakan beberapa kali bahwa transmisi melalui udara mungkin terjadi, tapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat atau bahkan jelas," katanya.

    Dalam surat terbuka kepada WHO, seperti dikutip dari The New York Times, Senin (6/7/2020), sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara membeberkan bukti yang menunjukkan partikel lebih kecil dapat menginfeksi manusia. Mereka mendesak badan PBB tersebut merevisi rekomendasinya. Para peneliti berencana menerbitkan pemaparan mereka dalam jurnal ilmiah.

    Para ahli mengatakan, virus corona ditularkan melalui udara dan dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.

    Mereka mengatakan WHO terikat oleh pandangan yang kaku, lambat, dan tidak mau mengambil risiko dalam memperbarui panduan serta mengecilkan beberapa suara konservatif yang punya pendapat berbeda.

    "Mereka akan membela pandangan mereka mati-matian," kata seorang konsultan WHO.

    Pada awal April, sekelompok pakar terdiri dari 36 orang meneiti kualitas udara dan aerosol terkait penularan virus corona dan mendesak WHO untuk mempertimbangkan bukti yang berkembang tentang penularan melalui udara.

    WHO memang menanggapi segera dan terjadi diskusi, para ahli dipimpin konsultan Lidia Morawska. Namun diskusi tersebut didominasi beberapa ahli yang merupakan pendukung setia cuci tangan dan merasa cara itu tetap harus ditekankan. Saran komite pun tidak berubah.

    Morawska dan para ahli merujuk beberapa insiden yang mengindikasikan penularan virus melalui udara, terutama di ruang tertutup yang berventilasi buruk.

    Mereka mengatakan WHO membuat perbedaan antara aerosol kecil dan percikan yang lebih besar, meskipun orang yang terinfeksi menghasilkan keduanya.

    "Kami sudah tahu sejak 1946 bahwa batuk dan berbicara menghasilkan aerosol," kata Linsey Marr, ahli penularan virus melalui udara di Virginia Tech.

    Para ilmuwan memang belum dapat menumbuhkan virus corona di aerosol dalam penelitian di laboratorium, namunibukan berarti tidak infektif.

    Sebagian besar sampel yang diambil dalam percobaan berasal dari ruang rumah sakit dengan aliran udara baik.

    Di sebagian besar bangunan, kata Marr, pertukaran udara biasanya jauh lebih rendah, sehingga memungkinkan virus menumpuk dan menimbulkan risiko infeksi lebih besar.

    Ahli epidemologi Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan, Harvard, Bill Honage punya pandangan lebih ekstrem soal penularan melalui udara.

    "Kami memiliki anggapan bahwa transmisi melalui udara berarti percikan yang mengambang di udara yang dapat menginfeksi Anda berjam-jam kemudian, melayang di jalanan, melalui kotak surat dan menemukan jalan ke rumah di mana-mana," kata Hanage.

    Namun kebanyakan ahli berpandangan virus corona yang menular melalui udara tidak bepergian jauh melainkan dalam kontak yang berkepanjangan dan jarak dekat, terutama di dalam ruangan.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...si-rekomendasi

  6. The Following User Says Thank You to penaltev For This Useful Post:

    sutan (07-07-2020)

  7. #21
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Presiden Brasil Bolosnaro Jalani Tes Corona dan Paru-Paru Setelah Rasakan Gejala Covid-19



    Jair Bolsonaro (Foto: AFP)


    BRASILIA, iNews.id - Presiden Brasil Jair Bolosnaro menjalani tes virus corona setelah mengalami gejala Covid-19, termasuk demam.

    Kepada CNN Brasil, dia juga mengaku menjalani pemeriksaan x-Ray pada paru-paru di rumah sakit militer sebagai langkah pencegahan. Sementara hasil tes corona akan keluar Selasa (7/7/2020) waktu setempat.

    Sejak awal wabah, Bolsonaro meremehkan wabah yang telah menginfeksi lebih dari 11,5 juta orang di seluruh dunia ini. Dia menyamakan Covid-19 dengan flu biasa serta menyarankan warganya tetap beraktivitas normal, mengabaikan jaga jarak sosial dan mengenakan masker.

    Bahkan, pemimpin sayap kanan itu memveto peraturan yang mengharuskan pengusaha menyediakan masker kepada pekerjanya. Aturan yang diveto termasuk keharusan pemerintah menyediakan masker kepada warga tak mampu. Bukan hanya itu, dia juga melemahkan aturan yang mengharuskan masyarakat mengenakan masker di tempat umum.

    Pada Sabtu lalu, Bolsonaro mengunggah beberapa foto di media sosial, di mana dia terlihat tak mengenakan masker saat makan siang dengan duta besar Amerika Serikat dan beberapa menteri untuk merayakan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.

    Acara itu memang digelar di kediaman pribadi dantidak melanggar aturan baru, namun netizen menghujaninya dengan kritik karena dianggap tak memberikan contoh yang baik.

    Brasil merupakan negara tertinggi kedua di dunia dalam jumlah kasus infeksi maupun kematian, di bawah Amerika Serikat.

    Sejauh ini negara Amerika Selatan itu melaporkan lebih dari 1,6 juta kasus, sebanyak 65.000 lebih di antaranya meninggal.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...ejala-covid-19

  8. #22
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Tak Mau Pakai Masker, Presiden Brasil Jair Bolsonaro Positif Covid-19


    BRASILIA, iNews.id - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengonfirmasi dirinya terinfeksi Covid-19. Bolsonaro mengaku tidak mengalami gejala berat.

    Dilansir dari AFP, Rabu (8/7/2020), Bolsonaro mengatakan dirinya sangat sehat dan hanya memiliki gejala ringan. Sebelumnya, Bolsonaro sempat menjalani tes Covid-19 setelah menunjukkan gejala-gejalan terjangkit Covid-19 seperti demam.

    "Jika saya tidak melakukan tes, saya tidak akan tahu hasilnya. Dan saya sekarang positif (terinfeksi Covdid-19)," kata Bolsonaro kepada media tivi setempat.

    "Anda bisa lihat dari wajah saya, saya sehat dan tetap tenang," lanjutnya.

    Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Januari lalu, Bolsonaro meremehkan risiko yang ditimbulkan virus tersebut.

    Bahkan, dalam sejumlah kesempatan dia menyebut Covid-19 tak ubahnya flu kecil. Selain itu, presiden 65 tahun juga tak mematuhi anjuran WHO untuk memakai masker dan menjaga jarak (Physical Distancing).

    Brasil menjadi negara kedua di dunia dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi setelah Amerika Serikat. Data per Selasa (7/7/2020), negara di Amerika Latin itu mencatat lebih dari 1,6 juta kasus dan angka kematian mencapai lebih dari 66.700.


    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...sitif-covid-19

  9. #23
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Infeksi Covid-19 di Arab Saudi Tembus 220.000 Kasus



    Kota Riyadh di Arab Saudi. (Foto: AFP)


    RIYADH, iNews.id – Arab Saudi mencatat 3.036 kasus baru infeksi virus corona pada Rabu (8/7/2020) ini. Dengan begitu, total kejadian infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu kini menjadi 220.144 kasus.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengumumkan, dari semua kasus baru itu, 288 di antaranya terdapat di Ibu Kota Riyadh, 243 di Jeddah, dan 187 di Taif. Kasus-kasus baru lainnya ditemukan kota-kota dan provinsi-provinsi di seluruh kerajaan itu.

    RIYADH, iNews.id – Arab Saudi mencatat 3.036 kasus baru infeksi virus corona pada Rabu (8/7/2020) ini. Dengan begitu, total kejadian infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu kini menjadi 220.144 kasus.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengumumkan, dari semua kasus baru itu, 288 di antaranya terdapat di Ibu Kota Riyadh, 243 di Jeddah, dan 187 di Taif. Kasus-kasus baru lainnya ditemukan kota-kota dan provinsi-provinsi di seluruh kerajaan itu.

    Arab Saudi pada Senin (6/7/2020) lalu telah membuka pendaftaran haji bagi warga negara asing (WNA) yang berada di kerajaan itu. Pemerintah setempat menyatakan, WNA akan mendapat alokasi sebesar 70 persen dari total jamaah haji tahun ini.

    Arab Saudi sebelumnya mengumumkan hanya membuka peluang bagi 1.000 orang yang sudah berada di negeri itu untuk berpartisipasi dalam ibadah haji tahun ini. Jumlah itu tentunya jauh menurun drastis jika dibandingkan dengan 2,5 juta muslim yang menunaikan haji lima tahun lalu.

    Sementara, kuota yang disediakan bagi WN Arab Saudi tahun ini adalah sebanyak 30 persen dari total jamaah haji. Kuota ini terbatas atau dikhususkan untuk para profesional medis dan personel keamanan yang telah sembuh dari penyakit virus corona saja.

    Setiap jamaah akan dites Covid-19 sebelum tiba di Kota Suci Makkah. Mereka juga diminta untuk melakukan karantina alias isolasi mandiri di rumah setelah menunaikan ibadah haji nanti.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...s-220000-kasus

  10. #24
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Ahli Virus China Melarikan diri ke AS, Klaim Beijing Menutup-nutupi Corona



    WASHINGTON - Li-Meng Yan, dokter China yang berspesialisasi dalam virologi dan imunologi di Hong Kong School of Public Health, melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) sejak 28 April lalu. Ahli virus ini menuduh pemerintah negaranya menutup-nutupi virus corona baru penyebab Covid-19.

    Beberapa jam sebelum dia naik pesawat Cathay Pacific 28 April ke Amerika Serikat, dokter terkemuka ini telah merencanakan pelariannya, mengemas tasnya dan menyelinap melewati sensor dan kamera video di kampusnya di Hong Kong.

    Dia saat itu sudah membawa paspor dan dompetnya dan akan meninggalkan semua orang yang dicintainya. Jika dia tertangkap, dia tahu dia bisa dijebloskan ke penjara, atau, lebih buruk lagi, menjadikan dirinya salah satu dari "orang yang hilang".

    Yan mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa dia percaya pemerintah China tahu tentang virus corona jauh sebelum mengklaim itu. Dia mengatakan atasannya, yang terkenal sebagai beberapa ahli top di lapangan, juga mengabaikan penelitian yang dia lakukan pada awal pandemi yang dia percaya bisa menyelamatkan nyawa manusia.

    Baca Juga:
    Ratusan Kampus Gugat Kebijakan AS Soal Deportasi Mahasiswa Asing
    FBI Dilaporkan 'Culik' Selebgram asal Nigeria di Dubai


    Dia menambahkan bahwa mereka kemungkinan memiliki kewajiban untuk memberi tahu dunia, mengingat status mereka sebagai laboratorium rujukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berspesialisasi dalam virus influenza dan pandemi, terutama ketika virus mulai menyebar pada awal tahun 2020. (Baca: Intelijen Lima Mata Tunjukkan Bagaimana China Tipu Dunia soal COVID-19)

    Yan, sekarang dalam persembunyian, mengklaim pemerintah di negara tempat ia dilahirkan berusaha merusak reputasinya dan menuduh preman pemerintah melakukan koreografi serangan terhadap dirinya dengan harapan tetap diam.

    Yan percaya hidupnya dalam bahaya. Dia khawatir dia tidak akan pernah bisa kembali ke rumahnya dan hidup dengan keyakinan keras bahwa dia kemungkinan besar tidak akan pernah melihat teman-teman atau keluarganya di sana lagi.

    Tetap saja, kata dia, risikonya sepadan. "Alasan saya datang ke AS adalah karena saya menyampaikan pesan kebenaran Covid," katanya kepada Fox News dari lokasi yang dirahasiakan.

    Dia menambahkan bahwa jika dia mencoba menceritakan kisahnya di China, dia "akan menghilang dan dibunuh."

    Kisah Yan dengan klaim yang luar biasa tentang virus corona yang ditutup-tutupi di tingkat tertinggi pemerintahan bisa mengekspos dorongan obsesif Presiden Xi Jinping dan Partai Komunis China-nya untuk mengendalikan narasi coronavirus, yakni apa yang diketahui China, kapan diketahui dan apa informasi yang diedit yang dijajakan ke seluruh dunia.

    Yan, yang mengatakan dia adalah salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona baru, diduga diminta oleh penyelianya di laboratorium rujukan Universitas/ WHO, Dr Leo Poon, pada tahun 2019 untuk melihat ke dalam kelompok aneh SARS seperti kasus yang keluar dari China daratan pada akhir Desember 2019.

    "Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong, melakukan penelitian di China," katanya. "Jadi saya menoleh ke teman-teman saya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut."

    Yan memiliki jaringan kontak profesional yang luas di berbagai fasilitas medis di China daratan, yang telah tumbuh dan menyelesaikan banyak studinya di sana. Dia mengatakan itu adalah alasan tepat dia diminta untuk melakukan penelitian semacam ini, terutama pada saat dia mengatakan timnya tahu mereka tidak mendapatkan seluruh kebenaran dari pemerintah. (Baca juga: Media Australia Sebut Indonesia Akan Jadi Hotspot Covid-19 Dunia)

    Seorang teman, seorang ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di China, memiliki pengetahuan tangan pertama dari kasus-kasus tersebut dan dilaporkan mengatakan kepada Yan pada 31 Desember tentang penularan dari manusia ke manusia jauh sebelum china atau WHO mengakui penyebaran semacam itu mungkin terjadi.

    Menurut Yan, dia melaporkan beberapa temuan awal ini kembali ke bosnya. "Dia hanya mengangguk," kenangnya, dan menyuruhnya untuk terus bekerja.

    Beberapa hari kemudian, pada 9 Januari 2020, WHO mengeluarkan pernyataan; "Menurut pihak berwenang China, virus tersebut dapat menyebabkan penyakit parah pada beberapa pasien dan tidak mudah menular di antara orang-orang...Ada informasi terbatas untuk menentukan risiko keseluruhan cluster yang dilaporkan ini."

    Yan mengatakan dia dan rekan-rekannya di seluruh China membahas virus aneh itu tetapi dia segera mencatat perubahan nada yang tajam.

    Dokter dan peneliti yang secara terbuka mendiskusikan virus itu tiba-tiba muncul. Orang-orang dari kota Wuhan—yang kemudian menjadi pusat wabah—diam dan yang lainnya diperingatkan untuk tidak menanyakan detailnya kepada mereka.

    Para dokter berkata, dengan perasaan tidak enak, "Kita tidak bisa membicarakannya, tetapi kita perlu memakai masker," kata Yan.

    Kemudian jumlah penularan dari manusia ke manusia mulai tumbuh secara eksponensial, menurut sumbernya, dan Yan mulai menggali jawaban.

    "Ada banyak, banyak pasien yang tidak mendapatkan perawatan tepat waktu dan diagnosis tepat waktu," kata Yan. "Dokter rumah sakit takut, tetapi mereka tidak bisa bicara. Staf CDC takut."

    Dia mengatakan bahwa dia melaporkan temuannya kepada atasannya lagi pada 16 Januari tetapi saat itulah dia diduga mengatakan kepadanya "tetap diam, dan berhati-hatilah."

    "Ketika dia memperingatkan saya sebelumnya, 'Jangan menyentuh garis merah'," kata Yan mengacu pada pemerintah. "Kami akan mendapat masalah dan kami akan menghilang."

    Dia juga mengklaim co-director laboratorium yang berafiliasi dengan WHO, Profesor Malik Peiris, tahu tetapi tidak melakukan apa-apa.

    Peiris juga tidak menanggapi permintaan komentar. Situs web WHO mencantumkan Peiris sebagai "penasihat" pada WHO International Health Regulations Emergency Committee for Pneumonia due to the Novel Coronavirus 2019-nCoV.

    Yan frustrasi, tetapi tidak terkejut.

    "Saya sudah tahu itu akan terjadi karena saya tahu korupsi di antara organisasi internasional seperti WHO kepada pemerintah China, dan Partai Komunis China," katanya. "Jadi pada dasarnya...saya menerimanya tetapi saya tidak ingin informasi yang menyesatkan ini menyebar ke dunia."

    WHO dan China selama inni membantah keras klaim telah menutup-nutupi virus corona.

    WHO juga membantah bahwa Yan, Poon atau Peiris pernah bekerja secara langsung untuk organisasi tersebut.

    "Profesor Malik Peiris adalah pakar penyakit menular yang telah berada di misi WHO dan kelompok ahli—seperti banyak orang terkemuka di bidangnya," kata juru bicara WHO Margaret Ann Harris dalam email. "Itu tidak membuatnya menjadi anggota staf WHO, juga tidak mewakili WHO."

    Yan mengatakan meskipun ada tekanan balik, dia telah berani dengan perasaan benar dan salah dan mengatakan dia harus berbicara meskipun ada konsekuensi pribadi dan profesional.

    "Saya tahu bagaimana mereka memperlakukan pelapor (whistleblower)," katanya.

    Seperti banyak orang sebelum dia, begitu Yan memutuskan untuk berbicara menentang China, dia mendapati hidupnya tampaknya dalam bahaya, dan juga kehidupan orang-orang terdekatnya.

    Itu adalah ketakutan yang secara langsung disampaikan kepadanya dan dikonfirmasi oleh blogger Hong Kong yang berbasis di AS, Lu Deh.

    Setelah dia berbagi beberapa teori dan kecurigaannya dengan blogger tersebut, dia mengatakan padanya bahwa dia perlu pindah, mungkin ke Amerika Serikat, di mana dia tidak harus terus-menerus melihat dari balik bahunya. Hanya pada saat itulah dia aman dan memiliki platform untuk berbicara.

    Yan membuat keputusan untuk pergi, tetapi banyak hal menjadi rumit ketika suaminya yang telah bersamanya enam tahun, yang juga bekerja di labnya, menemukan panggilan telepon antara istrinya dan blogger.

    Yan mengatakan kepada Fox News bahwa dia memohon suaminya untuk pergi bersamanya, dan mengatakan pasangannya, seorang ilmuwan terkemuka, pada awalnya mendukung penelitiannya, tiba-tiba dia berubah pikiran.

    "Dia benar-benar kesal," katanya. "Dia menyalahkan saya, mencoba menghancurkan kepercayaan diri saya...Dia bilang 'mereka akan membunuh kita semua'," ujar Yan.

    Terkejut dan sakit hati, Yan membuat keputusan untuk pergi tanpa sang suami.

    Dia mendapatkan tiketnya ke AS pada 27 April. Dia akan terbang keesokan harinya.

    Ketika dia mendarat di Bandara Internasional Los Angeles setelah 13 jam perjalanannya, dia dihentikan oleh petugas bea cukai.

    Ketakutan mencengkeramnya dan Yan tidak tahu apakah dia akan berakhir di penjara atau dikirim kembali ke China.

    "Saya harus mengatakan yang sebenarnya kepada mereka," katanya. "Saya melakukan hal yang benar. Jadi saya mengatakan kepada mereka bahwa 'jangan biarkan saya kembali ke China. Sayalah yang datang untuk mengatakan kebenaran di sini dari Covid-19...Dan tolong lindungi saya. Jika tidak, pemerintah China akan membunuh saya. "

    FBI diduga dipanggil untuk menyelidiki klaim Yan. Yan mengklaim bahwa para agen FBI mewawancarainya berjam-jam, mengambil ponselnya sebagai bukti dan membiarkannya melanjutkan ke tujuannya.

    FBI mengatakan kepada Fox News bahwa mereka tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal klaim Yan. Namun, Fox News ditunjukkan bukti penerimaan yang muncul untuk mengonfirmasi interaksi.

    Ketika Yan berusaha menemukan pijakannya di Amerika, dia mengatakan teman-teman dan keluarganya di rumah sedang dimasukkan melalui wringer.

    Yan mengklaim pemerintah "mengeroyok" kampung halamannya di Qingdao dan para agen merobek apartemen kecilnya dan menanyai orangtuanya. Ketika dia menghubungi ibu dan ayahnya, mereka memohon padanya untuk pulang, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak tahu apa yang dia bicarakan dan memintanya untuk menyerah.

    Universitas Hong Kong men-take down halaman datanya dan tampaknya mencabut akses ke portal dan email online-nya, terlepas dari kenyataan bahwa dia mengatakan sedang cuti tahunan yang disetujui. Dalam sebuah pernyataan kepada Fox News, seorang juru bicara universitas mengatakan Yan saat ini bukan seorang karyawan.

    "Dr Li-Meng Yan tidak lagi menjadi anggota staf universitas," bunyi pernyataan itu. "Karena menghormati karyawan kami yang sekarang dan mantan, kami tidak mengungkapkan informasi pribadi tentang dia. Pemahaman Anda sangat diapresiasi."

    Kedutaan Besar China di Amerika Serikat mengatakan kepada Fox News bahwa mereka tidak tahu siapa Yan dan menegaskan China telah menangani pandemi secara heroik.

    "Kami belum pernah mendengar tentang orang ini," bunyi pernyataan yang di-email tersebut. "Pemerintah China telah merespons Covid-19 dengan cepat dan efektif sejak wabahnya. Semua upayanya telah didokumentasikan dengan jelas dalam buku putih 'Fighting COVID-19: China in Action' dengan transparansi penuh. Fakta menunjukkan semuanya."

    WHO juga terus membantah melakukan kesalahan selama hari-hari awal virus. Lengan medis Perserikatan Bangsa-Bangsa ini telah "diambil" untuk tugas baru-baru ini oleh para ilmuwan yang menantang pandangan resminya tentang bagaimana virus menyebar. WHO juga telah mengubah timeline virus corona di situs webnya, yang sekarang mengatakan mereka mendapat informasi tentang virus dari para ilmuwan WHO dan bukan pihak berwenang Beijing—seperti yang telah diklaim selama lebih dari enam bulan.

    Kementerian Luar Negeri China dan para ilmuwan yang dituduh Yan telah dihubungi Fox News untuk dimintai komentar. Namun, sejauh ini belum merespons.

    Yan mengatakan dia akan terus berbicara—tetapi tahu ada target di punggungnya.

    Sumber: https://international.sindonews.com/...ona-1594559248

  11. #25
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Studi: Kekebalan Eks Pasien Covid-19 Bisa Hilang dalam Beberapa Bulan





    LONDON, iNews.id – Hasil penelitian di Inggris yang dirilis pada hari ini mengungkapkan, pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 mungkin akan kehilangan kekebalannya terhadap infeksi ulang virus yang sama dalam beberapa bulan. Para ahli pun berpendapat, temuan ini bisa memberi pengaruh signifikan pada cara pemerintah mengelola pandemi.


    Dalam studi tersebut, sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari King's College London melakukan observasi terhadap lebih dari 90 pasien yang dikonfirmasi mengidap virus corona. Mereka lalu memeriksa kadar antibodi para pasien itu, dan mencatat perubahannya dari waktu ke waktu.

    Tes darah dalam studi itu menunjukkan, seseorang dengan gejala Covid-19 yang ringan bahkan memiliki beberapa respons imun atau kekebalan tubuh terhadap virus. Dari seluruh pasien yang diteliti, 60 persen di antaranya menunjukkan respons yang kuat terhadap virus dalam beberapa minggu pertama setelah infeksi.

    Akan tetapi, setelah tiga bulan berlalu, hanya 16,7 persen yang mempertahankan antibodi penawar Covid-19 dalam tingkat yang tinggi. Sementara, beberapa pasien sudah tidak memiliki antibodi lagi yang terdeteksi dalam aliran darah mereka.

    Ketika menghadapi bahaya eksternal seperti virus, tubuh secara alami memobilisasi sel untuk melacak dan membunuh “para pengganggu” itu. Saat melakukan pekerjaan itu, tubuh menghasilkan protein yang dikenal sebagai antibodi yang diprogram untuk menargetkan antigen spesifik yang diperangi oleh tubuh.


    Selama seseorang memiliki cukup antibodi, dia akan dapat menangkis infeksi baru, memberikannya kekebalan.

    Akan tetapi, penelitian yang dirilis pada hari ini menunjukkan, kekebalan tidak dapat diperoleh begitu saja dan mungkin tidak bertahan lebih dari beberapa bulan, seperti halnya dengan virus lain seperti influenza.

    Para ahli mengatakan, temuan ini dapat mengubah cara pemerintah merencanakan penanggulangan wabah pada fase pandemi berikutnya, termasuk bagaimana membuat anggaran, mengatur penelitian, dan pengembangan vaksin.

    “Ini adalah studi penting yang mulai mendefinisikan dinamika jangka panjang dari respons antibodi terhadap SARS-CoV-2 (Covid-19),” ungkap pakar molekul onkologi dari Universitas Warwick, Lawrence Young, Senin (13/7/2020), dikutip AFP.

    “Ini lebih jauh menekankan perlunya bagi kita untuk lebih memahami seperti apa respons kekebalan protektif jika kita ingin mengembangkan vaksin yang efektif,” kata Young, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

    Dosen klinis kehormatan di Warwick Medical School, James Gill mengatakan, penelitian ini menegaskan kembali perlunya bagi semua orang untuk terus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi penyebaran virus. Bahkan, seseorang yang punya antibodi sekali pun, tetap harus berhati-hati dengan menjaga jarak sosial dan menggunakan masker secara tepat.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...beberapa-bulan

  12. #26
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Dalam 24 Jam Terakhir AS Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Lewati Angka 67.000



    Amerika Serikat mengalami kenaikan lebih dari 67.000 kasus baru pada Rabu (15/7/2020 (foto: ist)


    WASHINGTON, iNews.id - Kasus positif baru Covid-19 di Amerika Serikat kembali bertambah, dalam 24 jam terakhir menembus 67.000. Ini merupakan angka penambahan harian tertinggi di Negeri Paman Sam.

    Dikutip dari AFP, Kamis (16/7/2020), berdasarkan data yang dirilis oleh John Hopkins University, Amerika Serikat mencatatkan penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 67.632 sepanjang hari Rabu (15/7/2020) waktu setempat.


    Ini menjadi angka penambahan tertinggi harian dalam kurun waktu sebulan terakhir. Sebelumnya, AS pernah mencatat lonjakan kasus baru di angka 55.000 dan 65.000 per hari.

    Amerika Serikat masih berada di urutan pertama negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan jumlah infeksi mencapai 3.495.537. Jumlah kematian berada di angka 137.357

    Brasil di posisi dua dengan jumlah penularan sebanyak 1.966.748, sedangkan angka kematiannya mencapai 75.366. India di urutan tiga dengan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 936.181, jumlah kematian menyentuh 24.309.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...ti-angka-67000

  13. #27
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    7.000 Lebih Polisi Afrika Selatan Positif Covid-19



    Kepolisian Afrika Selatan mengonfirmasi lebih dari 7.000 personelnya positif Covid-19 (Foto: AFP)


    PRETORIA, iNews.id - Kepolisian Afrika Selatan (Afsel) dihantam badai wabah virus corona. Lebih dari 7.000 personel dinyatakan positif terinfeksi, sebanyak 53 di antaranya meninggal dunia.

    Menteri Kepolisian Bheki Cele mengatakan, dari total 7.012 polisi yang positif, 4.949 di antaranya sudah menjalani karantina dan 150 lainnya dirawat di rumah sakit.

    "Pandemi ini tidak pandang bulu, tidak ada yang kebal. Virus ini bahkan menyerang orang-orang yang dipercayakan untuk melindungi kita. Beberapa personel penegak hukum, pencegah tindak kejahatan, dan gugus keamanan dinyatakan positif,” kata Cele, dikutip dari Xinhua, Kamis (16/7/2020).

    Kabar baiknya, kata dia, sebagian petugas dinyatakan sembuh total dan kembali bertugas.

    Lebih lanajut dia menambahkan, Covid-19 juga menyerang 3.688 narapidana dan sipir di beberapa penjara Afsel, tepatnya masing-masing 1.485 dan 2.203 orang. Dari jumlah tersebut, 15 napi dan 31 petugas meninggal dunia.

    Polisi akan mengintensifkan patroli, penutupan jalan, penyetopan, dan pemeriksaan guna memastikan kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan, yakni keharusan menjaga jarak sosial dan lokcdown.

    Sejauh ini Afsel mengonfirmasi 298.292 kasus infeksi Covid-19.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...sitif-covid-19

  14. #28
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Pasien Covid-19 Sembuh di Secapa AD Bandung Bertambah 9 Jadi 468 Orang




    JAKARTA, iNews.id - Pasien covid-19 yang sembuh dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD Bandung, Jawa Barat kembali bertambah. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan ada penambahan sembilan pasien sembuh dari Secapa AD hari ini, Minggu (19/7/2020).

    Nefra menjelaskan sembilan pasien covid-19 itu dinyatakan sembuh setelah hasil tes swab PCR keduanya dinyatakan negatif. Dengan begitu jumlah pasien sembuh dari klaster ini menjadi 468 orang.


    "Hari Minggu ini ada sembilan pasien lagi yang dinyatakan sembuh dari covid-19," kata Nefra melalui keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, Minggu (19/7/2020).

    Sebanyak 1.308 tenaga pelatih dan peserta didik di Secapa AD Bandung dinyatakan positif covid-19. Dengan adanya 468 kasus sembuh berarti pasien covid-19 di klaster ini tinggal 840 orang.

    Sebanyak 16 pasien kini masih menjalani perawatan di RS TNI AD Dustira. Sementara 824 lainnya diisolasi di kampus Secapa AD Bandung.

    "Sebanyak 824 orang yang diisolasi di Secapa AD Bandung tanpa keluhan apapun," ujarnya.

    Sumber: https://www.inews.id/news/nasional/p...jadi-468-orang

  15. #29
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Menteri Luar Negeri Nigeria Positif Covid-19




    ABUJA, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Nigeria Geoffrey Onyeama mengonfirmasi terinfeksi virus corona, Minggu (19/7/2020).

    Pria 64 tahun itu menjadi anggota kabinet Presiden Muhammadu Buhari pertama yang terjangkit Covid-19.

    Melalui cuitan, Onyeama mengatakan telah menjalani tes virus corona setelah mengalami gejala ringan, yakni iritasi di tenggorokan.

    "Kemarin saya menjalani tes Covid-19 keempat kalinya setelah ada tanda iritasi tenggorokan, sayangnya kali ini hasilnya positif," cuitnya, seraya menambahkan dia menjalani karantina di fasilitas kesehatan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2020).

    Onyeama selama ini berperan besar dalam memulangkan warga Nigeria yang terjebak di negara lain akibat larangan penerbangan dan penutupan perbatasan.

    Kabinet Buhari melakukan serangkaian pertemuan secara virtual sebagai upaya mencegah penularan virus corona di kalangan pejabat.

    Nigeria melonggarkan pembatasan secara bertahap sejak Mei setelah menerapkan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona.

    Sejauh ini Nigeria mengonfirmasi lebih dari 36.000 kasus Covid-19, sebanyak 778 di antaranya meninggal dunia.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...sitif-covid-19

  16. #30
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,969
    Thanks
    1,428
    Thanked 993 Times in 730 Posts

    Default

    Otoritas Bolivia Kumpulkan Ratusan Jenazah Korban Covid-19 dari Jalanan dan Rumah



    Jenazah korban Covid-19 dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Bolivia (foto: Business Insider)


    LA PAZ, iNews.id - Otoritas berwenang Bolivia telah mengumpulkan lebih dari 400 jasad dari jalanan dan rumah dalam kurun waktu lima hari. 85 persen diantaranya diyakini meninggal karena virus corona.

    Bolivia merupakan negara di Amerika Latin yang terdampak Covid-19. Tingginya angka infeksi tidak disertai kapasitas rumah sakit memadai menyebabkan banyak penduduk yang meninggal dunia tanpa penanganan.

    Situasi ini menimbulkan permasalahan pelik, warga yang tidak mendapatkan akses pemakaman memilih meletakan jenazah anggota keluarganya di pinggir jalan atau membiarkannya berada di dalam rumah.

    Untuk mencegah potensi ancaman kesehatan akibat pembusukan jenazah di area terbuka dan kediaman pribadi, polisi di tiga kota besar Bolivia mengadakan operasi pengumpulan jenazah yang tergeletak di jalan maupun rumah.

    Dilansir dari AFP, Rabu (22/7/2020), polisi di kota Cochabamba telah mengmumpulkan sebanyak 191 jenazah dalam rentang 15 sampai 20 Juli kemarin. Di ibu kota, La Paz, polisi mengumpulkan 141 jasad, sementara polisi 68 jasad berhasil dikumpulkan polisi Santa Cruz.

    Direktutr Polisi Nasional Bolivia, Ivan Rojas, mengatakan 85 persen dari jenazah yang berhasil dikumpulkan merupakan positif Covid-19 serta meninggal dengan gejala klinis virus tersebut, sehingga mereka dicatat sebagai suspect Covid-19.

    "Jenazah lainnya bisa disebabkan kematian karena penyakit atau korban kekerasan," kata Rojas.

    Berdasarkan data kantor epidemiologis nasional, wilayah barat Bolovia yang mencakup Cochabamba dan La Paz mengalami peningkatan kasus Covid-19 sangat cepat. Sementara di metropolitan Santa Cruz tersapat 60.000 kasus Covid-19 yang mana setengah dari penduduknya.

    Andres Flores, Direktur Institut Investigasi Forensik, mengatakan antara 1 April sampai 19 Juli lebih dari 3.000 jenazah yang berhasil dikumpulkan di luar penanganan rumah sakit diidentifikasi sebagai kasus Covid-19.

    Bolivia mencatat angka kematian akibat Covid-19 lebih dari 2.200 dari 60.991 jumlah infeksi berdasarkan data Selasa (21/7/2020).

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...anan-dan-rumah

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Disclaimer
2005-2020 © FXOpen All rights reserved. Various trademarks held by their respective owners.

Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Clients should make an independent judgment as to whether trading is appropriate for them in the light of their financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.

FXOpen Markets Limited, a company duly registered in Nevis under the company No. C 42235. FXOpen is a member of The Financial Commission.

FXOpen AU Pty Ltd., a company authorised and regulated by the Australian Securities & Investments Commission (ASIC). AFSL 412871ABN 61 143 678 719.

FXOpen Ltd. a company registered in England and Wales under company number 07273392 and is authorised and regulated by the Financial Conduct Authority (previously, the Financial Services Authority) under FCA firm reference number 579202.

FXOpen does not provide services for United States residents.

Join us