FXOpen Broker

10+ years’
experience in FX

VISIT WEBSITE

Trading Accounts

ECN, STP,
Micro, Crypto

START TRADING

Free Demo

Practice Forex trading
risk free

OPEN DEMO ACCOUNT

PAMM Technology

Become a Master
or a Follower

JOIN PAMM SERVICE
Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 31 to 35 of 35

Thread: Info Seputar Virus Corona - Covid-19

  1. #31
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,939
    Thanks
    1,427
    Thanked 988 Times in 728 Posts

    Default

    Brasil Catat Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam, Hampir 68.000


    BRASILIA, iNews.id - Brasil mencatat rekor kasus harian Covid-19, pada Rabu (22/7/2020) waktu setempat terdapat hampir 68.000 kasus infeksi baru. Ini menandakan penularan virus yang menyerang pernapasan itu masih tinggi di negara Amerika Latin tersebut.

    Dilansir dari AFP, Kamis (23/7/2020), selama 24 jam terakhir Brasil mencatat kasus baru sebanyak 67.800 dan penambahan angka meninggal dunia 1.284 kasus. Dengan demikian, angka penularan di Brasil masih jadi yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Brasil, berdasarkan data worldmeter, mencatat angka infeksi Covid-19 melewati angka 2,2 juta dan 82.771 angka kematian. Jumlah tersebut masih di bawah Amerika dengan angka kasus Covid-19 menembus 4 juta dan jumlah kematian mencapai 66.004.

    Pelonggaran aturan wilayah di sejumlah kota besar di Brasil seperti Rio de Janeiro, Brasilia, dan Sao Paolo diyakini ikut mendorong semakin tingginya angka penularan Covid-19.

    Belum lama ini, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang dikenal kerap meremehkan Covid-19 harus lebih lama lagi berada menjalankan karantina sebab hasil tes Covid-19 ketiga masih menunjukkan hasil positif.

    Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15,3 juta orang di lebih dari 180 negara serta merenggut lebih dari 625.000 nyawa.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...m-hampir-68000

  2. #32
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,939
    Thanks
    1,427
    Thanked 988 Times in 728 Posts

    Default

    Brasil Catat Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam, Hampir 68.000


    BRASILIA, iNews.id - Brasil mencatat rekor kasus harian Covid-19, pada Rabu (22/7/2020) waktu setempat terdapat hampir 68.000 kasus infeksi baru. Ini menandakan penularan virus yang menyerang pernapasan itu masih tinggi di negara Amerika Latin tersebut.

    Dilansir dari AFP, Kamis (23/7/2020), selama 24 jam terakhir Brasil mencatat kasus baru sebanyak 67.800 dan penambahan angka meninggal dunia 1.284 kasus. Dengan demikian, angka penularan di Brasil masih jadi yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Brasil, berdasarkan data worldmeter, mencatat angka infeksi Covid-19 melewati angka 2,2 juta dan 82.771 angka kematian. Jumlah tersebut masih di bawah Amerika dengan angka kasus Covid-19 menembus 4 juta dan jumlah kematian mencapai 66.004.

    Pelonggaran aturan wilayah di sejumlah kota besar di Brasil seperti Rio de Janeiro, Brasilia, dan Sao Paolo diyakini ikut mendorong semakin tingginya angka penularan Covid-19.

    Belum lama ini, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang dikenal kerap meremehkan Covid-19 harus lebih lama lagi berada menjalankan karantina sebab hasil tes Covid-19 ketiga masih menunjukkan hasil positif.

    Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15,3 juta orang di lebih dari 180 negara serta merenggut lebih dari 625.000 nyawa.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...m-hampir-68000

  3. #33
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,939
    Thanks
    1,427
    Thanked 988 Times in 728 Posts

    Default

    Virus corona di Korut: Laporkan 'dugaan kasus pertama virus corona', Kim Jong-un lockdown kota Kaesong




    Korea Utara baru saja melaporkan apa yang mereka gambarkan sebagai dugaan kasus pertama virus corona.

    Kantor berita pemerintah, KCNA, mengatakan seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun silam kembali ke Korea Utara tiga pekan lalu dan memiliki gejala-gejala Covid-19.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un langsung mengadakan pertemuan darurat dengan pejabat tinggi Korea Utara dan memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di kota perbatasan Kaesong.

    Kim Jong-un klaim 'keberhasilan gemilang' Korut atasi Covid-19
    Virus corona: Apakah Korea Utara mampu atasi wabah?
    Kisah pengungsi Korea Utara yang mendonasikan ribuan APD untuk panti jompo di Inggris

    Korea Utara, sebuah negara yang tertutup, sebelumnya mengatakan tidak ada kasus Covid-19 di negara itu - namun analis mengatakan itu tidak mungkin.

    "Peristiwa genting terjadi di kota Kaesong, di mana seorang pembelot yang kabur ke Korea Selatan tiga tahun lalu, seseorang yang diduga telah terinfeksi virus yang mematikan, telah kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal menyeberang garis demarkasi," sebut KCNA.

    Pada pertemuan politbiro yang dilakukan pada Sabtu (25/07), Kim memerintahkan "sistem darurat maksimal" untuk mengatasi penyebaran virus itu.

    KCNA menambahkan bahwa Kim juga meluncurkan investigasi terkait bagaimana orang tersebut bisa menyeberang perbatasan yang dijaga ketat.

    Dia mengatakan siapapun yang bertanggung-jawab akan mendapatkan "hukuman berat".

    Pada saat yang sama, Korea Selatan tidak melaporkan adanya penyeberangan perbatasan secara ilegal dalam beberapa hari terakhir.

    Korea Utara telah menutup perbatasannya dan menempatkan ribuan orang dalam isolasi selama enam bulan terakhir, seiring dengan penyebaran virus corona di seluruh dunia.

    Awal bulan ini, Kim memuji "keberhasilan gemilang" yang dilakukan negaranya dalam menghadapi Covid-19.




    Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53541928

  4. #34
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,939
    Thanks
    1,427
    Thanked 988 Times in 728 Posts

    Default

    Lebih dari 20 Orang Terinfeksi Covid-19 seusai Hadiri Resepsi Pernikahan



    Pemandangan Kota Abu Dhabi dari udara (ilustrasi). (Foto: AFP)


    ABU DHABI, iNews.id – Lebih dari 20 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) setelah menghadiri resepsi pernikahan di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Para tamu itu terinfeksi karena tidak mempraktikkan jarak sosial (social distancing) selama berada dalam pesta tersebut.

    Media lokal, Emarat Al Youm pada akhir pekan kemarin melaporkan, Pemerintah UEA pada awalnya melarang berbagai bentuk pertemuan sosial, termasuk resepsi pernikahan, pada Maret lalu. Langkah itu sebagai bagian dari kebijakan karantina atau lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona melalui interaksi kelompok.


    Namun, secara perlahan, sebagian aturan pembatasan atau karantina mulai dicabut seiring menurunnya tren lonjakan infeksi di negara itu. Pemerintah UEA pun telah mengizinkan sejumlah kegiatan komunal di depan umum, termasuk berolahraga dan mengunjungi mal, namun dengan tetap menerapkan jarak sosial yang ketat.

    Menurut Pusat Kesehatan Masyarakat Abu Dhabi, seperti dikutip Gulf News, para tamu di pernikahan itu dinyatakan positif mengidap Covid-19 setelah gagal mempertahankan jarak sosial tersebut. Lembaga itu juga memperingatkan masyarakat agar tidak berpuas diri tetap melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari penyebaran virus lebih lanjut.


    UEA sejauh ini telah telah melaporkan 58.913 kasus virus corona, yang sebagian besar di antaranya telah berakhir dengan kesembuhan. Adapun jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di negara itu per hari ini sebanyak 344 jiwa.


    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...psi-pernikahan

  5. #35
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    9,939
    Thanks
    1,427
    Thanked 988 Times in 728 Posts

    Default

    Klaster Baru Covid-19 Telah Menyebar ke 5 Provinsi di China



    China tengah menghadapi gelombang kedua wabah Covid-19 (ilustrasi). (Foto: AFP)


    BEIJING, iNews.id – Sebuah klaster baru virus corona (Covid-19) di kota pelabuhan di timur laut China telah menyebar ke sejumlah provinsi lain di negara komunis itu. Kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat memberlakukan kebijakan pembatasan baru.

    AFP melansir, China telah mengendalikan sebagian besar wabah virus corona sejak penyakit itu pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, akhir tahun lalu. Pengendalian tersebut dilakukan melalui serangkaian penguncian yang ketat (lockdown) dan pembatasan perjalanan warga.


    Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wabah kecil muncul lagi dan mulai membuat pemerintah di negeri tirai bambu resah. China melaporkan 68 kejadian infeksi baru Covid-19 pada Selasa (28/7/2020). Ini adalah jumlah lonjakan kasus harian tertinggi di China sejak April lalu.

    Dari seluruh kasus baru itu, 57 di antaranya berada di wilayah Xinjiang yang berada di bagian barat laut China. Enam kasus lagi ditemukan di kota pelabuhan industri Dalian, Provinsi Liaoning. Wabah baru di kota itu pertama kali muncul di sebuah pabrik pengolahan makanan laut, pekan lalu. Per hari ini, total kejadian infeksi baru Covid-19 di Dalian sudah 44 kasus.

    Otoritas kesehatan mengatakan, klaster Dalian sekarang telah menyebar ke sembilan kota di lima wilayah di China, termasuk Provinsi Fujian yang berada di bagian tenggara negara itu.

    Pemerintah Fujian menyatakan, Kota Fuzhou (ibu kota provinsi itu) akan memasuki status siaga seperti “masa perang” setelah menemukan seorang pasien tanpa gejala, belum lama ini. Pasien itu diketahui telah melakukan perjalanan dari Dalian, yang berjarak 1.500 kilometer dari kota itu.

    Sebuah kasus baru di Beijing yang dilaporkan pada Selasa ini juga dikaitkan dengan seorang pasien tanpa gejala yang telah melakukan perjalanan dari Dalian. Pada waktu bersamaan, ada 12 kasus baru tanpa gejala juga dicatat di Dalian, Selasa ini.

    China memisahkan penghitungan kasus orang tanpa gejala (OTG) dengan kasus positif infeksi.

    Pejabat kesehatan di Dalian mengatakan pada Minggu (26/7/2020) lalu bahwa mereka akan melakukan tes massal terhadap 6 juta penduduk selama empat hari. Pada Senin (27/7/2020) sampel sudah diambil dari 1,68 juta orang di kota itu.

    Di seluruh China, sebanyak 391 orang masih dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Total ada 83.959 infeksi virus corona yang dikonfirmasi di daratan Tiongkok.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...vinsi-di-china

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Disclaimer
2005-2020 © FXOpen All rights reserved. Various trademarks held by their respective owners.

Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Clients should make an independent judgment as to whether trading is appropriate for them in the light of their financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.

FXOpen Markets Limited, a company duly registered in Nevis under the company No. C 42235. FXOpen is a member of The Financial Commission.

FXOpen AU Pty Ltd., a company authorised and regulated by the Australian Securities & Investments Commission (ASIC). AFSL 412871ABN 61 143 678 719.

FXOpen Ltd. a company registered in England and Wales under company number 07273392 and is authorised and regulated by the Financial Conduct Authority (previously, the Financial Services Authority) under FCA firm reference number 579202.

FXOpen does not provide services for United States residents.

Join us